Khutbah Jumat Ramadhan Terbaik
210423 "Mengapa Kita Dipertemukan Dengan RAMADHAN" Khutbah Jumat Ramadhan Terbaik, 23 April 2021 - Alhamdulillahirabbil ‘alamiin, di hari yang cerah ini masih dalam khusyu’nya suasana Ramadhan 1442 H, kami mengucapkan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa, Semoga Allah memberikan kekuatan kepada kita untuk bisa menjalani ibadah ini dengan penuh keikhlasan hingga akhir Ramadhan nanti, dan kita digolongkan menjadi orang yang bertakwa. Pada kesempatan kali ini perkenankan kami menyampaikan sebuah materi Khutbah Jumat dengan tema RAMADHAN 1442 H, yang bisa digunakan oleh para khatib sebagai naskah khutbah Jumat, semoga bermanfaat.
|
BACA INI JUGA YA : |
|
> Bisa Melunasi Hutang 1 Miliar 3 Hari Karena Keajaiban Sedekah |
"Mengapa Kita Dipertemukan Dengan RAMADHAN" Naskah Terbaru Khutbah Jumat Ramadhan, 23 April 2021
210423 "Mengapa Kita Dipertemukan Dengan
RAMADHAN" Khutbah Jumat Ramadhan Terbaik, 23 April 2021 - Alhamdulillahirabbil ‘alamiin, di hari yang
cerah ini masih dalam khusyu’nya suasana Ramadhan 1442 H, kami mengucapkan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa, Semoga
Allah memberikan kekuatan kepada kita untuk bisa menjalani ibadah ini dengan
penuh keikhlasan hingga akhir Ramadhan nanti, dan kita digolongkan menjadi
orang yang bertakwa. Pada kesempatan kali ini perkenankan kami menyampaikan
sebuah materi Khutbah Jumat dengan tema RAMADHAN 1442 H, yang bisa
digunakan oleh para khatib sebagai naskah khutbah Jumat, semoga bermanfaat.
KHUTBAH PERTAMA
الْحَمْدُ
لِلّهِ الَذِى جَعَلَ شَهْرَ رَمَضَانَ شَهْرَ الْخَيْرَاتِ وَالْبَرَكَةِ وشَهْرَ
الطَّاعَاتِ وشَهْرَ الصّيَامِ وَالْقِيَامِ
وَأشْهَدُ
أنْ لا اِلهَ اِلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيْكَ لَهُ الّذِى فَضَّلَ بَعْضَ الشُّهُوْرِ
وَالاَيَّامِ عَلَى بَعْضٍ وَجَعَلَ شَهْرَ رَمَضَانَ مِنَ الشُّهُوْرِ الْعِظَامِ
وَأيَّامَهُ مِنَ الايَّامِ الْكِرَامِ وَأشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمّدًا
عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِى أرْسَلَهُ اللهُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ.
اللّهُمَّ
صَلي وِسَلِّمْ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلَى آلِهِ
وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ لِقَاءِ رَبِّهِمْ.
عِبَادَ
اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ حَيْثُ قَالَ
تَبَارَكَ وَتَعَالَى، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ:
يَا
أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ
وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً
وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ
عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
وَقَالَ:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا
يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ
اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
أَمَّا بَعْد
210423 "Mengapa
Kita Dipertemukan Dengan RAMADHAN" Khutbah Jumat Ramadhan Terbaik, 23 April 2021
Hadirin Jamaah Jumat Rahimakumullah, Segala puji bagi Allah Ta’ala yang telah menanamkan keimanan dalam
hati kita sehingga mau dan mampu melaksanakan segala yang diperintahkan-Nya dan
meninggalkan larangan-larangan-Nya. Atas kasih dan sayangnya pula telah
menghantarkan kita untuk bertemu dengan bulan Ramadhan di tahun ini dalam
keadaan gembira dan sehat wal afiat.
Melalui mimbar khutbah ini, saya
berwasiat kepada diri saya sendiri dan kepada jama’ah sekalian, marilah
bersama-sama kita meningkatkan ketaqwaan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Taqwa dalam arti yang sebenarnya, yaitu menjalankan perintah-perintah Allah dan
meninggalkan semua laranganNya.
Shalawat dan Salam tetap
terlimpahkan untuk manusia pilihan, Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi
wasallam panutan dan penuntun kepada akhlak mulia, yang sikap dan perilakunya
menjadi teladan bagi kita semua umat-umatnya. AMIN. Pada kesempatan
khutbah ini perkenankan kami menyampaikan judul khutbah "Mengapa Kita Dipertemukan Dengan RAMADHAN"
Hadirin Jamaah Jumat Rahimakumullah, Berapa kali kita bertemu dengan Ramadhan, dan saat ini kita masih mendapatkan
kesempatan bertemu kembali dengan bulan penuh berkah ini. Sebagaimana kita saksikan,
betapa banyak yang telah dipanggil mendahului kita, mereka diwafatkan sebelum
bertemu dengan bulan suci Ramadhan, sementara kita masih diberikan kesempatan
masa, apakah akan kita lewatkan dengan sia-sia. Kita yang sampai saat ini masih
dipertemukan dengan bulan Ramadhan, seharusnya
bisa merenungkan, kenapa Allah masih memberikan kita waktu, kenapa kita dan
Ramadhan masih ada takdir untuk bertemu. Maka mungkin saja Allah dengan sifat Kasih
dan sayangNya punya alasan untuk kita renungkan, karena barangsiapa yang masih
bisa bertemu dengan bulan Ramadhan, maka dia tidak terlepas dari salah satu
dari dua keadaan :
yang pertama : Orang tersebut dianggap belum cukup bekal amal shalihnya jika
saja suatu saat Allah Ta’ala mencabut nyawanya. Bisa jadi orang tersebut masih
bergelimang dalam kemaksiatan sehingga Ramadhan ini akan menjadi washillah kesempatan
taubat baginya.
yang kedua : Orang tersebut ingin Allah Ta’ala tinggikan derajat
kemuliaannya, karena setiap kali datang bulan Ramadhan ia senantiasa
mengisinya dengan berbagai macam bentuk ibadah dan ketaatan, mereka inilah yang
disebut dengan golongan orang-orang yang beruntung.
Allah Ta’ala berfirman:
الَّذِينَ آمَنُوا
وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ طُوبَىٰ لَهُمْ وَحُسْنُ مَآبٍ
“Orang-orang yang beriman dan
beramal saleh, bagi mereka keberuntungan dan tempat kembali yang baik.” (QS.
Ar-Ra’du: 29)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasallam bersabda,
إِذَا
كَانَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ صُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ،
وَمَرَدَةُ الجِنِّ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ، فَلَمْ يُفْتَحْ مِنْهَا
بَابٌ، وَفُتِّحَتْ أَبْوَابُ الجَنَّةِ، فَلَمْ يُغْلَقْ مِنْهَا بَابٌ،
وَيُنَادِي مُنَادٍ: يَا بَاغِيَ الخَيْرِ أَقْبِلْ، وَيَا بَاغِيَ الشَّرِّ
أَقْصِرْ، وَلِلَّهِ عُتَقَاءُ مِنَ النَّارِ، وَذَلكَ كُلُّ لَيْلَةٍ
Hadirin Jamaah Jumat Rahimakumullah,
Marilah bulan Ramadhan ini kita jadikan sarana untuk berlomba-lomba
supaya kita menjadi orang-orang yang beruntung dalam perniagaan kita dengan Penggenggam
Alam Semesta; Allah Azza wa Jalla. Beruntung dalam perniagaan yang artinya kita
selamat dari siksa akhirat yang pedih.
Allah Ta’ala berfirman,
يَا
أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَىٰ تِجَارَةٍ تُنْجِيكُمْ مِنْ
عَذَابٍ أَلِيمٍ. تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ
اللَّهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ ۚ
ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ
“Hai orang-orang yang beriman,
sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari
azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad
di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu
mengetahui.” (QS. Ash-Shaf: 10-11)
Hadirin Jamaah Jumat Rahimakumullah,
Lantas, siapa saja orang yang beruntung di bulan Ramadhan ini? Orang
yang beruntung adalah orang yang mengetahui keutamaan dan nilai bulan Ramadhan,
mereka menyerahkan semua amal-amalnya di
bulan ini hanya ditujukan dalam rangka mendekatkan dirinya kepada Allah Ta’ala.
Puasa (menahan lapar dan dahaga) di
siang hari, dan berdiri untuk shalat di malam hari juga diperuntukkan kepada
Allah Ta’ala, bukan sekedar ikut-ikutan atau karena rasa sungkan kepada orang
lain.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasallam bersabda,
مَنْ
صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ
ذَنْبِهِ، مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، غُفِرَ لَهُ مَا
تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barang siapa puasa di bulan
Ramadhan karena keimanan dan penuh pengharapan, akan diampuni dosanya yang
telah terdahulu. Dan barang siapa yang berdiri (shalat) di bulan Ramadhan
karena keimanan dan penuh pengharapan akan diampuni dosanya yang telah
terdahulu.” (Muttafaqun ‘Alaih)
Hadirin Jamaah Jumat Rahimakumullah,
Orang yang beruntung di bulan Ramadhan ini adalah orang yang
mendapati hikmah dari ibadah puasa, yakni takwa. Allah Ta’ala berfirman,
يَا
أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى
الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan
atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar
kamu bertakwa,” (QS. Al-Baqarah: 183)
Kata la’alla dalam
al-Quran memiliki beberapa makna, di antaranya ta’lil (alasan)
dan tarajji ‘indal mukhathab (harapan dari sisi orang diajak
bicara). Dengan makna ta’lil, bisa diartikan alasan diwajibkannya
puasa adalah agar orang yang melaksanakan ibadah bisa menjadi orang yang
bertakwa. Adapun makna tarajji, diartikan bahwa orang yang berpuasa memiliki
harapan bahwa dengan menjalankan ibadah puasa akan menjadi washilah bagi
dirinya untuk mencapai derajat takwa. (Ad–Durr Al–Masun, As-Samin Al Halabi, 138; Al
Itqan Fii Ulumil Qur’an, As-Suyuthi, 504)
Imam Al-Baghawi menafsirkan “Maksudnya,
mudah-mudahan kalian bertakwa karena sebab puasa. Karena puasa adalah wasilah menuju
takwa. Sebab puasa dapat menundukkan nafsu dan mengalahkan syahwat. Sebagian
ahli tafsir juga menyatakan, maksudnya: agar kalian waspada terhadap syahwat
yang muncul dari makanan, minuman dan jima’.” (Ma’alim At Tanziil, Imam
Al-Baghawi, 1/196)
Dalam kitab Tafsir Jalalain
dijelaskan dengan ringkas: “Maksudnya, agar kalian bertakwa dari maksiat.
Sebab puasa dapat mengalahkan syahwat yang merupakan sumber maksiat.”
(Tafsir Al–Jalalain, Jalaluddin Al-Mahalli dan Jalaluddin As-Suyuthi, 1/189)
Hadirin Jamaah Jumat Rahimakumullah, Masih di berkah suasana bulan suci Ramadhan, kita sama-sama mengharap ridho dari sang pemilik bulan suci, kita memohon semoga Ramadhan tahun ini menjadi Ramadhan Terbaik dari sekian banyak bulan Ramadhan yang pernah kita lewati sebelumnya. Entah berapa kali kita bertemu dengan bulan penuh berkah ini, dan sekarang kembali kita masih mendapatkan kesempatan bertemu dengan bulan Ramadhan. Sebagai orang beriman tentu rasa bahagia itu ada saat diberi kesempatan menggapai banyak berkah, dan sebagai seorang hamba, tentu besar sekali pengharapan akan dijadikannya bulan Ramadhan ini sebagai penghapus segala kesalahan kita di masa lalu, sebagai pelebur dosa semua kemaksiatan yang pernah dilakukan, dan sebagai washillah akan diterima taubat kita, Amiin Ya Rabbal ‘Alamiin
BACA SELENGKAPNYA ...
BACA JUGA YANG INI

0 Komentar