Kisah Nyata Keajaiban Sedekah
Kisah Nyata Keajaiban Sedekah | SantriONE.com - Pakdhe Jono, demikian orang-orang memanggilnya. Dia hanyalah seorang tukang becak. Sudah bisa ditebak, berapa kekayaannya? Dia hanya punya tempat tinggal, dan itu pun kost di tempat yang kumuh, yang gentengnya sewaktu-waktu bisa bocor karena hujan. Meski begitu, Pakdhe Jono memiliki budi yang sangat mulia.
|
BACA INI JUGA YA : |
|
> Amalan Al Waqiah, Membuat Anda Dikejar Rezeki Bertubi-tubi |
Tukang Becak Naik Haji Karena Sedekah
Kisah Nyata Keajaiban Sedekah | SantriONE.com - Kemiskinan yang merenggut kehidupan Pakdhe
Jono, tidak menutup mata batinnya untuk selalu berbagi kepada orang lain. Siapa
kira orang miskin tidak bisa naik haji. Karena sedekah, tukang becak yang satu
ini justru mendapatkan keberkahan untuk menunaikan rukun Islam kelima.
Tapi,
bukan harta yang bisa ia sumbangkan. Sebab, untuk makan sehari-hari saja sulit,
apalagi berniat untuk berbagi harta kepada orang lain. Maka, yang hanya bisa
dilakukan Pakdhe Jono adalah "sedekah jasa". Yaitu, setiap hari
Jum'at ia menggratiskan semua penumpang yang naik becaknya. Ini adalah hal yang
luar biasa. Tidak semua orang bisa melakukannya, apalagi orang miskin seperti
dirinya. Maka, atas kebaikannya itulah, suatu "keberkahan hidup"
kemudian menghampirinya.
Kisah Nyata Keajaiban Sedekah | SantriONE.com - Suatu ketika, di hari Jum'at pertama bulan
Ramadhan, tiba-tiba, ada orang yang kaya raya mobilnya mogok. Kebetulan,
mogoknya tidak jauh dari pangkalan becak Pakdhe Jono. Orang kaya itu pun
bertanya kepada supirnya, "Pir, kalau naik becak kira-kira ongkosnya
berapa ya?"
"Paling
juga dua sampai tiga ribuan," jawab supir kepada majikannya.
Orang
kaya tersebut pun memutuskan naik becak karena sebenarnya jarak dirinya dengan
rumahnya sudah lumayan dekat. Maka, dipanggillah tukang becak yang ada di
pangkalan tersebut dan kebetulan Pakdhe Jono yang datang. Lalu, digoeslah becak
itu oleh Pakdhe Jono menuju rumah orang kaya tersebut. Setelah sampai di
tempat, Pakdhe Jono dikasih uang 10 ribu dan tidak usah dikembalikan. Namun,
oleh Pakdhe Jono uang itu ditolaknya.
"Kenapa
Bapak menolaknya?" tanya orang kaya itu..
"Saya
sudah meniatkan dari dulu, kalau setiap Jum'at saya menggratiskan semua
penumpang yang naik becak saya," jawabnya jujur.
Kisah Nyata Keajaiban Sedekah | SantriONE.com - Setelah itu, Pakdhe Jono pun pergi
meninggalkan orang kaya tersebut. Rupanya, kejadian itu sangat membekas di hati
orang kaya tersebut. Orang kaya seperti dirinya saja tidak pernah sedekah, ini
orang miskin malah melakukannya dengan begitu tulus. Lalu, dikejarlah Pakdhe
Jono. Setelah dapat, Pakdhe Jono pun dikasih uang satu juta. Orang kaya itu
pikir, Pakdhe Jono akan menerimanya karena uangnya besar. Tapi, Pakdhe Jono
tetap menolaknya. Lalu, dinaikkan lagi menjadi dua juta dan tetap Pakdhe Jono
menolaknya. Alasan Pakdhe Jono sama: dia tidak menerima uang sepeser pun di
hari Jum'at untuk jasa ojek becaknya. Sebab, dia sudah meniatkannya untuk
bersedekah. Subhanallah!
Kisah Nyata Keajaiban Sedekah | SantriONE.com - Tapi, hal ini justru membuat orang kaya
tersebut semakin penasaran. Maka Jum'at berikutnya (di hari Ramadhan juga),
orang kaya itu pun naik becak lagi. Ia sengaja meninggalkan supirnya untuk
pulang ke rumah sendiri dan dia lebih memilih berhenti di pangkalan itu untuk
bisa naik becak Pakdhe Jono. Maka diantarlah orang kaya tersebut ke rumahnya
oleh Pakdhe Jono. Setelah sampai, Pakdhe Jono pun diberikan uang yang lebih
besar lagi, kali ini 10 juta. Orang kaya itu pikir Pakdhe Jono akan tergoda
oleh uang sebanyak itu. Tapi, lagi-lagi, perkiraannya meleset. Pakdhe Jono,
sekali lagi, menolak uang yang bagi dia itu sebenarnya sangat besar. Apalagi,
sebentar lagi akan Lebaran dan uang itu pasti akan berguna buat dirinya dan
keluarganya. Tapi, orangtua itu menolaknya dengan halus.
Kisah Nyata Keajaiban Sedekah | SantriONE.com - Kejadian ini benar-benar membuat orang kaya tersebut tidak mengerti. Kenapa orang miskin seperti Pakdhe Jono tidak mau menerima uang sebesar itu? Padahal, uang itu bisa ia gunakan selama berbulan-bulan. Namun, rasa penasaran orang kaya itu rupanya tidak pernah berhenti. Jum'at berikutnya, dia pun naik becak milik Pakdhe Jono lagi. Namun, kali ini ia minta diantarkan ke tempat yang lain.
"Pak,
antarkan saya ke rumah Bapak," pinta orang kaya.
"Memangnya,
ada apa, Pak?" jawab Pakdhe Jono polos.
"Pokoknya,
antarkan saya saja."
Akhirnya,
Pakdhe Jono terpaksa mengantarkan orang kaya itu ke rumahnya. Mungkin orang
kaya itu hanya ingin menguji: apakah tukang becak itu benar-benar orang miskin
ataukah tidak? Mereka pun akhirnya sampai di rumah Pakdhe Jono. Betapa
terkejutnya orang kaya itu, karena rumah yang dimaksud hanyalah sebuah rumah
kost yang sangat jelek. Gentengnya sewaktu-waktu bisa roboh karena terpaan air
hujan. Karena sangat iba melihat kejadian itu, orang itu pun merogoh uangnya
sejumlah Rp. 25 juta.
"Ini
Pak, uang sekedarnya dari saya. Mohon Bapak menerimanya," pinta orang kaya
kepada Pakdhe Jono.
Kisah Nyata Keajaiban Sedekah | SantriONE.com - Apa reaksi Pakdhe Jono? Ternyata, dengan halus
dia pun tetap menolaknya. Hal ini benar-benar sangat mengejutkan orang kaya
itu. Bagaimana bisa orang semiskin dia menolak uang pemberian sebesar Rp. 25
juta? Kalau bukan dia adalah lelaki yang luar biasa, yang memiliki budi yang
sangat luhur.
Akhirnya
orang kaya itu pun menyerah. Dia benar-benar kalah dengan ketulusan hati Pakdhe
Jono. Ia percaya bahwa apa yang dilakukan Pakdhe Jono benar-benar tulus dari
hatinya. Ia benar-benar tidak tergoda oleh indahnya dunia dan kilaunya uang
jutaan rupiah. Mungkin ia satu pribadi yang langka dari 1000 orang yang ada,
yang sewaktu-waktu hanya muncul di dunia. Luar biasa!
Kisah Nyata Keajaiban Sedekah | SantriONE.com - Tapi, orang kaya itu berjanji bahwa suatu saat
ia akan memberikan yang terbaik buat tukang becak yang berhati mulia tersebut.
Sebab, mungkin, baru kali ini hatinya terusik lalu disadarkan oleh orang miskin
yang hanya seorang tukang becak. Dan waktu pun terus berlalu.
Lebaran
telah tiba. Pakdhe Jono dan orang kaya itu tidak bertemu lagi. Menjelang
Lebaran Haji (Idul Adha), orang kaya itu kembali menemui Pakdhe Jono di rumah
kostnya. Kembali ia pun datang di hari Jum'at. Mudah-mudahan kali ini niatnya tidak
sia-sia. Setelah mereka bertemu, di depan Pakdhe Jono orang kaya kemudian
bicara terus terang, "Pak, mohon kali ini niat baik saya diterima. Bapak
dan istri serta anak Bapak akan saya berangkatkan haji ke Tanah Suci. Sekali
lagi, mohon Bapak menerima niat baik saya ini?"
Kisah Nyata Keajaiban Sedekah | SantriONE.com - Pakdhe Jono menangis di depan istri dan anak
semata wayangnya. Pergi ke Mekkah saja tidak pernah ia bayangkan sejak dulu,
ini apalagi ia dan keluarganya akan diberangkatkan naik haji. Ini benar-benar
hadiah yang sangat luar biasa dari Allah swt. Tawaran orang kaya itu pun
diterima Pakdhe Jono dengan setulus hati.
Maka, Pakdhe
Jono dan keluarganya pun akhirnya pergi haji. Ya, seorang tukang becak yang
miskin tapi memiliki hati yang sangat mulia akhirnya bisa melihat keagungan
Ka'bah di Mekkah al-Mukarramah dan makam Nabi Muhammad saw di Madinah.
Kebaikannya dibalas oleh Allah. Ia yang menolak satu juta, dua juta, 10 juta,
hingga Rp. 25 juta, tapi Allah menggantinya dengan haji ke Baitullah, bersama
istri dan anaknya! Jadi, berapa kali lipatkah keberkahan yang didapatkan Pakdhe
Jono karena sedekah yang ia lakukan setiap hari Jum'at?! Subhanallah!
Kisah Nyata Keajaiban Sedekah | SantriONE.com - Bahkan, tidak saja dihajikan secara gratis, Pakdhe
Jono akhirnya dibuatkan rumah oleh orang kaya tersebut. Maka, semakin berkahlah
hidup si tukang becak berhati mulia itu. Dan sejak itu, Pakdhe Jono pun bisa
tinggal di sebuah tempat yang nyaman dan tidak memikirkan lagi uang untuk kost
di bulan berikutnya.
Sesungguhnya orang-orang yang membenarkan (Allah dan Rasul-Nya) baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah peinjaman yang baik, niscaya akan dilipat gandakan (pembayarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak. (TQS. Al hadid: 18)
Demikian kisah tukang becak yang bisa naik haji karena sedekah yang dilakukannya. Apakah kita sudah seperti Pakdhe Jono? Dia yang miskin masih memikirkan untuk berbagi untuk orang lain, apalagi kita yang mungkin lebih mampu dibandingkan dia. Mudah-mudahan kita bisa mengikuti jejaknya, terutama dalam hal ketulusannya dalam berbagi! Amin.
BACA JUGA :


0 Komentar